Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan yang mempunyai batang berongga dan beruas-ruas, banyak sekali jenisnya dan banyak juga memberikan manfaat pada manusia. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru.

Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang dihasilkan. fotosintesis bambu memiliki mekanisme C4, sedangkan pohon jenis lainnya C3. Artinya, fotosintesis bambu lebih efisien.

”Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi,” kata Marc Peeters, salah satu penanam modal usaha pembibitan bambu satu-satunya di Indonesia dengan teknologi kultur jaringan dari Belgia,

Bambu dalam keadaan alami sangat luar biasa. Teknis rumput, bambu dapat tumbuh menjadi tinggi dan 130 kaki hingga kaki dalam diameter, dan tumbuh subur di berbagai iklim. Tumbuh dengan mudah dan cepat, dengan beberapa spesies yang tumbuh sebanyak 1-3 meter per hari. Kebanyakan varietas tumbuh sekitar 2 inci per hari, dan akan mencapai ketinggian penuh mereka dalam satu musim tanam.

Sumber : Wikipedia, Kompas