thumbnaillargeafrica20051121202480r389Pusat peringatan kilgali di Kigali, Rwanda, dibangun diatas situs kuburan missal. Disana dikuburkan lebih dari 250.000 korban genosida tahun 1994 di Rwanda.

Hampir satu juta orang terbunuh di Rwanda dalam pembunuhan yang berlangsung sepuluh hari pada 1994, ketika perang saudara antara kelompok etnis yang bertikai, yaitu etnis Hutu yang berkuasa dan pemberontak dari etnis Tutsi, meletus menjadi genosida.

Genosida meletus ketika, pada April 1994, pesawat yang membawa Presiden Rwanda dan Presiden Burundi ditembak jatuh pada saat mendarat di kilgali. Serangan tersebut tetap belum terpecahkan pelakunya, tetapi saat itu etnis Tutsi yang memberontak dituduh berada dibaliknya.

Tindakan pembalasan dengan pembunuhan segera menyusul, menyebar keseluruh Rwanda. Orang-orang Hutu tanpa pandang bulu membunuh laki-laki, perempuan, dan anak-anak memakai parang, senapan api, pentungan, dan senjata lainnya. Saat penyerangan usai, hamper 85 persen populasi Tutsi terbunuh. Banyak juga orang-orang Hutu berpandangan moderat ikut terbunuh.

Bulan Juli genjatan senjata di umumkan setelah pemberontak Tutsi ditangkap di Kigali dan pemerintahan yang dikuasai etnis Hutu tumbang. Pemerintahan multietnis yang menggantikan berhasil menghadirkan perdamaian dan ketertiban.

Pusat peringatan Kilgali, yang dibuka bagi umum pada1994, dirancang untuk memberi peristirahatan terakhir kepada para korban, memberi tempat bagi keluarga korban menumpahkan kesedihan mereka, dan menjadi saksi bagi genosida yang tak dapat diterima akal budi.