042206pSekelompok tikus yang hidup di Afrika ternyata dapat dilatih untuk mengendus lokasi-lokasi ranjau darat. Indera penciumannya sangat sensitif sehingga dapat dimanfaatkan untuk membantu misi yang berbahaya itu.

The Boston Globe melaporkan jenis tikus yang dipakai berbadan besar hampir seukuran racoon. Saat ini pasukan tikus pengendus ranjau darat sudah dimanfaatkan di Mozambik. Dalam waktu dekat, pasukan sejenis akan dikirim ke Republik Demokratik Kongo dan Zambia yang masih banyak mengandung ranjau darat.

Kemampuan tikus mengendus ternyata tidak hanya dimanfaatkan untuk mencari ranjau tersembunyi. Di Tanzania, tikus juga dilatih untuk mengendua penyakit. Bart Weetjens dari Belgia tertarik melakukan percobaan tersebut setelah mengetahui bahwa tikus bisa dimanfaatkan untuk mengendus bau yang tak tercium manusia.

Ia kemudian melatih sejumlah tikus untuk mengenali bau penyakit untuk menggantikan bau ranjau. Setiap kali tikus sukses membedakan bau penyakit dengan bau lainnya, ia dilatih untuk mengeratkan giginya untuk mendapatkan imbalan berupa keju atau makanan yang disukainya. Hasilnya, tikus sanggup menemukan 300 kasusu tuberkolosis (TBC) pada pasien yang tidak terdiagnosa langsung oleh staf medis.

Uniknya tikus tak serta merta langsung mengeratkan giginya untuk memperoleh makanan secepatnya. “Kalau itu sifta manusia. Tikus lebih jujur,” ujar Weetjens.