russiatunguskalg2Peristiwa Tunguska
30 Juni 1908

Seabad yang lalu, salah satu misteri yang paling bertahan pada era modern terjadi di alam liar Siberia. Pada pagi hari tanggal 30 juni 1908, sebuah ledakan dasyat di dekat sungai Podkmennaya Tunguska di bagian tengah Rusia memorak porandakan hutan sluas hampir 800 mil persegi (2.072 km persegi).

tunguska3Ledakan itu dirasakan pada sebagian besar Asia dan tercatat pada alat seismograf di England, Inggris. Yang ikut menyumbang pada aura peristiwa itu adalah tidak adanya kawah hasil benturan, laporan tentang api yang menyala di langit, dan jutaan pohon roboh di sekelilingnya, mengarah keluar dari pusat ledakan.
Di luar situasi ekstrem ledakan yang kemudian dikenal sebagai Peristiwa Tunguska, ekspedisi ilmiah pertama ke daerah itu batu di lakukan pada tahun 1927 atau 19 tahun setelah ledakan. Ketika tim ilmuwan tiba di sana, mereka menemukan pohon-pohon tegak dengan cabang-cabangnya dn kulit pohon terkelupas. Ciri kejutan gelombang yang sama pada pohon tidak terlihat lagi sampai tahun 1945 – di Hiroshima, Jepang.

Penduduk kawasan Tunguska awalnya mengira Dewa Ogdy telah mengutuk hutan mereka. Hampir semua ilmuwan percaya bahwa ledakan itu terjadi ketika meteor besar memasuki atmosfer di atas Siberia, terjadi pemansan luar biasa, dan kemudia meledak pada ketinggian ribuan kaki dari permukaan tanah. Energi yang dilepaskan oleh tekanan dan panas dari ledakan itu setara dengan kira-kira 185 bom atom yang di jatuhkan Amerika di Hiroshima.