Katak bertanduk dari Amazon sangat suka makan. Mereka makan akan hampir semua yang lewat di hadapan meraka di dasar hutan hujan Cekung Amazon. Katak-katak ini di laporkan menyerang penduduk desa: menggigit orang degan rahangnya yang lebar dan giginya yang tajam. Untuk melindungi kaki dan jari mereka, penduduk desa-desa disana menggunakan sepatu bot berkulit khusus.
Sifat yang agresif dan kegemaran makan menyebabkan katak bertanduk mendapatkan julukan katak “Pac Man”. Pemakan bulat yang besar dan lebar, panjangnya sekitar 8 inci (20 centi meter) itu dapat mengisi satu piring kecil.
Mereka berburu mangsa dengan cara menyergap, menggerakkan tubuh mereka maju-mundur untuk menyembunyikan tubuh besar mereka di dalam tanah. Hanya mata dan tanduk samaran mereka yang mirip tangkai yang terlihat dari permukaan tanah. Mereka menyergap dari balik samaran itu, mulut terbuka lebar, untuk menyambar mangsa yang tak sadar akan bahaya lalu menelan utuh-utuh. Serangga,laba-laba, katak lain, ular, kadal, dan mamalia kecil merupakan makanan katak ini. Namun, mereka kadang-kadang pelahap yang ambisius: kadang-kadang di temukan katak Pac Man yang mati dengan mangsa yang terlalu besar menyangkut di tenggorakan mereka.